Jumat, 28 Juni 2019

PENGERTIAN DAN FUNGSI ICMP, POP3, SMTP, FTP, ARP, KELEBIHAN & KEKURANGAN IPV4 & IPV6

PENGERTIAN DAN FUNGSI ICMP, POP3, SMTP, FTP, ARP, KELEBIHAN & KEKURANGAN IPV4 & IPV6.     A.   Internet Control Message Protocol (ICMP)
ICMP adalah protokol jaringan internet yang berfungsi untuk memberikan kiriman pesan – pesan ke dalam sebuah jaringan, mulai dari mengirimkan pesan eror, pesan diterima, hubungan putus atau connection lost, dan sebagainya. Dengan adanya ICMP ini, maka jaringan akan mengetahui respon – respon yang terjadi dalam konektivitas di dalam jaringan itu berlangsung.
Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari ICMP:
  • 1.    Membantu proses error handling / melaporkan apabila terjadi error pada sebuah jaringan

Error merupakan salah satu gejala yang paling mungkin terjadi di dalam sebuah jaringan komputer. Error biasanya terjadi ketika pesan dan juga request tidak dapat tersampaikan ke host, ataupun koneksi terputus atau kehilangan koneksi dalam proses transmisi data di dalam jaringan komputer.Dengan adanya protocol ICMP ini, maka setiap error yang terjadi dapat dihandle langsung oleh protocol ini, dimana protocol ICMP ini bertugas untuk melakukan tindakan – tindakan ketika terjadi yang namanya error di dalam sebuah jaringan komputer tesebut.
  • 2.    Membantu control procedure atau prosedur pengaturan pada sebuah jaringan

Control procedure atau prosedur pengontrolan juga merupakan tugas dan fungsi utama dari protocol ICMP ini. ICMP bertugas untuk mengatur dan mengontrol segala macam bentuk pengaturan pada sebuah jaringan kompter. Dengan adanya ICMP ini, maka setiap jaringan komputer dapat berjalan sesuai dengan prosedur juga ketentuan yang ada, sehingga tidak mengalami melenceng atau kesalahan dalam proses transmisi jaringan tersebut.
  • 3.    Menyediakan pengendalian error dan pengendalian arus pada network layer atau lapisan jaringan

Pengendalian error atau error handling sudah dibahas pada poin sebelumnya. Akan tetapi, selain melakukan pengendalian error atau error handling ini, ICMP juga memiliki tugas juga fungsi lainnya, yaitu melakukan pengenalian terhadap arus informasi yang ditransmisikan pada network layer atau lapisan jaringan.Seperti diketahui, ketika bekerja, sebuah jaringan akan memiliki beberapa macam lapisan atau layer – layer tertentu yang mana setiap paket data harus melewatinya. ICMP bertugas untuk melakukan pengendalian terhadap arus yang akan masuk ke dalam masing – masing layer tersebut.
  • 4.    Mendeteksi terjadinya error pada jaringan, seperti connection lost, kemacetan jaringan dan sebagainya

Tugas pendeteksian dan juga pelaporan akan terjadinya error juga merupakan tugas dan fungsi utama dari ICMP ini. ICMP merupakan protocol yang memilki peran penting ketika terjadi error pada sebuah jaringan atau network. Ketika ICMP mendeteksi terjadinya error, biasanya router atau perangkat keras jaringan lainnya akan memberikan tanda kepada ICMP, misalnya host tidak dapat dijangkau, atau koneksi terputus.Pada saat itu, ICMP akan menerima dan mendeteksi hal tersebut, dan kemudian melaporkan situasi dimana terjadi error.           B.   Post Office Protocol versi 3 ( POP3 )
POP3 adalah kependekan dari Post Office Protocol versi 3. Sesuai dengan namanya, POP3 adalah sebuah protocol di dalam jaringan internet yang memiliki fungsi seperti bis surat, dan digunakan di dalam email client yang kita miliki untuk mengambil dan membaca email atau surat elektronik yang masuk.
Fungsi dari POP3 POP3 adalah sebuah protocol internet yang digunakan untuk mengakses email atau surat elektronik yang masuk ke dalam email client. Fungsi utama dari POP3 ini adalah untuk menyimpan sementara email yang terkirim di dalam sebuah email server, dan kemudian meneruskannya ke dalam email client, dimana baru akan terespon ketika email tersebut sudah dibuka oleh user yang berhak (dalam hal ni adalah mereka yang memegang username dan juga password dari alamat email).     C.   Simple Mail Transfer Protocol ( SMTP )
Merupakan kependekan dari Simple Mail Transfer Protocol. Apabila kita artikan secara harafiah, maka bisa dikatakan bahwa SMTP merupakan sebuah protocol yang digunakan untuk melakukan proses pengiriman dan penerimaan (proses transfer sebuah surat secara elektronik), namun dengan menggunakan sebuah acara teknis yang simple dan mudah untukdipaham dan diimplementasikan.
Fungsi SMTP :
SMTP Digunakan untuk membantu user mengirimkan surat elektronik kepada penerima. Jadi dengan menggunakan protocol SMTP ini, maka anda sebagai seorang user dapat mengirimkan pesan elektronik atau email kepada penerima.     D.   File Transfer Protokol ( FTP )
File Transfer Protokol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang men-support TCP/IP protokol. Dua hal penting yang ada dalam FTP adalah FTP server dan FTP Client. FTP server menjalankan software yang digunakan untuk tukar menukar file, yang selalu siap memberian layanan FTP apabila mendapat request dari FTP client. FTP client adalah komputer yang request koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar-menukar file (upload dan download file).Fungsi FTP adalah sebagai berikut :
  1. Untuk men-sharing data.
  1. Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.
  1. Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi user.
  1. Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.

      E.   Address Resolution Protocol  ( ARP )
ARP atau Address Resolution Protocol adalah protocol yang bertugas untuk mencari tahu alamat hardware atau Mac Address dari sebuah host yang tergabung dalam sebuah jaringan LAN dengan menggunakan atau berdasarkan alamat IP address dari host tersebut.
Fungsi ARPFungsinya ARP adalah untuk meningkatkan keamanan. Dalam mikrotik, masukan ARP bisa didapat secara dynamic. Namun untuk meningkatkan keamanan, kita dapat memasukkan ARP static secara manual. Dengan hanya membolehkan sebuah router me-reply hanya untuk masukan ARP static pada tabel ARP, maka akan membatasi akses ke router dan jaringan di belakang router, yang hanya untuk IP address atau mac address dengan kombinasi.
Ø  KELEBIHAN DAN KEKURANGAN IPV4 & IPV6
Kelebihan IPv4
  1. Tidak mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.
  1. Pengelolaan rute informasi yang tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut, melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil. Setelah address jaringan diperoleh, maka organisasi tersebut dapat secara bebas memberikan address bagian host pada masing-masing hostnya.

Kekurangan IPv4
  1. Panjang alamat 32 bit (4bytes).
  1. Dikonfigurasi secara manual atau DHCP IPv4.
  1. Dukungan terhadap IPSec opsional.
  1. Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan pada router, menurunkan kinerja router.
  1. IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat). IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja.
Kelebihan IPV61. Ruang alamat yang lebih besar yaitu 128 bit.
2. Pengalamatan multicast, yaitu pengiriman pesan kebebrapa alamat dalam satu group.
3. Stateless address autoconfiguration (SLAAC), IPv6 dapat membuat alamat sendiri tanpa bantuan DHCPv6.
4. Keamanan lebih bagus dengan adanya default security IPSec.
5. Pengiriman paket yang lebih sederhana dan efisien.
6. Dukungan mobilitas dengan adanya Mobile IPv6.
Kekurangan IPV61. Operasi IPv6 membutuhkan perubahan perangkat (keras dan/atau lunak) yang baru yang mendukungnya.
2. Harus ada pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan IPv4, sebab    masih banyak layanan IPv6 yang berjalan di atas IPv4.

Topologi Jaringan Komputer – Pengertian, Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya

Topologi Jaringan Komputer – Pengertian, Jenis, Kelebihan dan Kekurangannya

Pada saat kita ingin melakukan instalasi jaringan komputer, terlebih dahulu kita harus memperhatikan bentuk/ struktur topologi yang dipakai. Nah, artikel kali ini membahas tentang pengertian topologi jaringan pada komputer secara lengkap dan komplit.
Topologi jaringan sendiri merupakan suatu bentuk/ struktur jaringan yang menghubungkan antar komputer satu dengan yang lain dengan menggunakan media kabel maupun nirkabel.
Dalam instalasi jaringan, kita harus benar-benar memperhatikan jenis, kelebihan dan kekurangan masing-masing topologi jaringan yang akan kita gunakan. Bijak dalam memilih topologi akan berdampak pada efisiensi dan dana yang anda butuhkan nanti.

Topologi Jaringan Komputer

Misalkan begini, jika anda hanya ingin membuat jaringan yang sangat sederhana, mungkin topologi Bus bisa menjadi pilihan anda, namun jika anda ingin membuat jaringan yang sedang atau besar, anda harus memilih jenis topologi yang lain karena topologi Bus sangat tidak disarankan. Langsung saja, berikut pengertian topologi jaringan komputer beserta jenis-jenis, kelebihan dan kekurangannya :

1. Topologi Bus

Topologi Jaringan Komputer (Topologi Bus)
Topologi bus bisa dibilang topologi yang cukup sederhana dibanding topologi yang lainnya. Topologi ini biasanya digunakan pada instalasi jaringan berbasis fiber optic, kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan client atau node.
Topologi bus hanya menggunakan sebuah kabel jenis coaxial disepanjang node client dan pada umumnya, ujung kabel coaxial tersebut biasanya diberikan T konektor sebagai kabel end to end.
Kelebihan Topologi Bus :
  • Biaya instalasi yang bisa dibilang sangat murah karena hanya menggunakan sedikit kabel.
  • Penambahan client/ workstation baru dapat dilakukan dengan mudah.
  • Topologi yang sangat sederhana dan mudah di aplikasikan
Kekurangan Topologi Bus :
  • Jika salah satu kabel pada topologi jaringan bus putus atau bermasalah, hal tersebut dapat mengganggu komputer workstation/ client yang lain.
  • Proses sending (mengirim) dan receiving (menerima) data kurang efisien, biasanya sering terjadi tabrakan data pada topologi ini.
  • Topologi yang sangat jadul dan sulit dikembangkan.

2. Topologi Star

Topologi Jaringan Komputer - Topologi Star
Topologi star atau bintang merupakan salah satu bentuk topologi jaringan yang biasanya menggunakan switch/ hub untuk menghubungkan client satu dengan client yang lain.
Kelebihan Topologi Star
  • Apabila salah satu komputer mengalami masalah, jaringan pada topologi ini tetap berjalan dan tidak mempengaruhi komputer yang lain.
  • Bersifat fleksibel
  • Tingkat keamanan bisa dibilang cukup baik daripada topologi bus.
  • Kemudahan deteksi masalah cukup mudah jika terjadi kerusakan pada jaringan.
Kekurangan Topologi Star
  • Jika switch/ hub yang notabenya sebagai titik pusat mengalami masalah, maka seluruh komputer yang terhubung pada topologi ini juga mengalami masalah.
  • Cukup membutuhkan banyak kabel, jadi biaya yang dikeluarkan bisa dibilang cukup mahal.
    Jaringan sangat tergantung pada terminal pusat.

3. Topologi Ring

topologi-ring
Topologi ring atau cincin merupakan salah satu topologi jaringan yang menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya dalam suatu rangkaian melingkar, mirip dengan cincin. Biasanya topologi ini hanya menggunakan LAN card untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya.
Kelebihan Topologi Ring :
  • Memiliki performa yang lebih baik daripada topologi bus.
  • Mudah diimplementasikan.
  • Konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru bisa dibilang cukup mudah.
  • Biaya instalasi cukup murah
Kekurangan Topologi Ring :
  • Kinerja komunikasi dalam topologi ini dinilai dari jumlah/ banyaknya titik atau node.
  • Troubleshooting bisa dibilang cukup rumit.
  • Jika salah satu koneksi putus, maka koneksi yang lain juga ikut putus.
  • Pada topologi ini biasnaya terjadi collision (tabrakan data).

4. Topologi Mesh

Pengertian Topologi Jaringan Komputer - Topologi Mesh
Topologi mesh merupakan bentuk topologi yang sangat cocok dalam hal pemilihan rute yang banyak. Hal tersebut berfungsi sebagai jalur backup pada saat jalur lain mengalami masalah.
Kelebihan Topologi Mesh :
  • Jalur pengiriman data yang digunakan sangat banyak, jadi tidak perlu khawatir akan adanya tabrakan data (collision).
  • Besar bandwidth yang cukup lebar.
  • Keamanan pada topologi ini bisa dibilang sangat baik.
Kekurangan Topologi Mesh :
  • Proses instalasi jaringan pada topologi ini sangatlah rumit.
  • Membutuhkan banyak kabel.
  • Memakan biaya instalasi yang sangat mahal, dikarenakan membutuhkan banyak kabel.

5. Topologi Peer to Peer

topologi jaringan komputer
Topologi peer to peer merupakan topologi yang sangat sederhana dikarenakan hanya menggunakan 2 buah komputer untuk saling terhubung.
Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel yang menghubungkan antar komputer untuk proses pertukaran data.
Kelebihan Topologi Peer to Peer
  • Biaya yang dibutuhkan sangat murah.
  • Masing-masing komputer dapat berperan sebagai client maupun server.
  • Instalasi jaringan yang cukup mudah.
Kekurangan Topologi Peer to Peer
  • Keamanan pada topologi jenis ini bisa dibilang sangat rentan.
  • Sulit dikembangkan.
  • Sistem keamanan di konfigurasi oleh masing-masing pengguna.
  • Troubleshooting jaringan bisa dibilang rumit.

6. Topologi Linier

topologi jaringan komputer
Topologi linier atau biasaya disebut topologi bus beruntut. Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel utama guna menghubungkan tiap titik sambungan pada setiap komputer.
Kelebihan Topologi Linier
  • Mudah dikembangkan.
  • Membutuhkan sedikit kabel.
  • Tidak memperlukan kendali pusat.
  • Tata letak pada rangkaian topologi ini bisa dibilang cukup sederhana.
Kekurangan Topologi Linier
  • Memiliki kepadatan lalu lintas yang bisa dibilang cukup tinggi.
  • Keamanan data kurang baik.

7. Topologi Tree

Pengertian Topologi Jaringan Komputer
Topologi tree atau pohon merupakan topologi gabungan antara topologi star dan juga topologi bus. Topologi jaringan ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda-beda.
Kelebihan Topologi Tree
  • Susunan data terpusat secara hirarki, hal tersebut membuat manajemen data lebih baik dan mudah.
  • Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas lagi.
Kekurangan Topologi Tree
  • Apabila komputer yang menduduki tingkatan tertinggi mengalami masalah, maka komputer yang terdapat dibawahnya juga ikut bermasalah
  • Kinerja jaringan pada topologi ini terbilang lambat.
  • Menggunakan banyak kabel dan kabel terbawah (backbone) merupakan pusat dari teknologi ini.

8. Topologi Hybrid

topologi jaringan komputer
Topologi hybrid merupakan topologi gabungan antara beberapa topologi yang berbeda. Pada saat dua atau lebih topologi yang berbeda terhubung satu sama lain, disaat itulah gabungan topologi tersebut membentuk topologi hybrid.
Kelebihan Topologi Hybrid
  • Freksibel
  • Penambahan koneksi lainnya sangatlah mudah.
Kekurangan Topologi Hybrid
  • Pengelolaan pada jaringan ini sangatlah sulit.
  • Biaya pembangunan pada topologi ini juga terbilang mahal.
  • Instalasi dan konfigurasi jaringan pada topologi ini bisa dibilang cukup rumit, karena terdapat topologi yang berbeda-beda.

Kesimpulan

Itulah pengertian topologi jaringan komputer beserta jenis-jenis, kelebihan dan kekurangannya. Dikarenakan banyaknya jenis- jenis topologi jaringan yang sudah kita ketahui di atas, maka kita harus betul-betul memperhatikan kelebihan maupun kekurangan pada masing-masing topologi.
Selain itu, anda juga perlu mempertimbangkan anggaran yang dibutuhkan untuk membeli perangkat-perangkat yang digunakan pada topologi yang anda pilih. Simak juga mengenai pengertian dan manfaat internet yang berperan cukup penting dalam kemajuan teknologi saat ini.

Tutorial Membuat Jaringan antar kota menggunakan Router

Dalam Tutorial ini kita tidak bisa langsung praktek ke kota-kota yang akan kita hubungkan, saya akan menghubungkan Kota Medan, Kota Perbaungan dan kota Kisaran. Jarak setiap kota ini sekitar 200 Km, jadi dalam praktek lapangannya akan menggunakan kabel telepon.
Dalam totorial saya kali ini, kita akan membuat simulasi konkesi jaringan ini pada suatu software, software ini dapat membantu kita dalam membuat jaringan dan hampir sama persis dengan praktek langsung. Nama software yang saya maksud adalah Cisco Packet Tracer. Silahkan download Software disini(Free dan Open Source)
Setelah didowload, langsung saja install ke PC kita, cara instalnya sangat mudah, tinggal next-next-finish.
Buka Cisco packet tracer dan langsung saja kita ke simulasinya tanpa pengenalan . OK Langsung saja!!!


Langkah pertama : Membuat Router
-          Klik Router(gambar router) pada sudut kiri pada layar cisco
-          Pilih dan klik jenis router 1841
-          letakkan router pada layar keja kita dengan cara klik
-          buat router hingga 3 buah
-          supaya lebih membantu kita ganti nama router dengan mengklik nama ‘Router 0’ dan kita ganti dengan ‘Medan’ dan Route selanjutnya Perbaungan dan Kisaran

Langkah kedua : Membuat Switch
-          Sama seperti membuat router
-          Klik switches dan pilih jenisnya : 2950-24
-          Letakkan tepat dibawah setiap router dengan jumlah 3 Switch
(Kenapa harus menggunakan switch? è Jawab : Supaya PC kita gunakan bisa lebih dari 2)

Langkah ketiga : Membuat PC
-          Sama seperti membuat router
-          Klik End Devices (Gambar PC)
-          Pilih Jenis PC, yang saya gunakan Generic gambar laptop
-          Saya membuat 2 PC pada setiap switch
 
Langkah keempat : Membuat kabel penghubung PC-Switch
-          Klik Connections (Gambar Petir)
-          Pilih dan klik Copper Straight-Through
-          Klik pada Laptop1 yang kita buat, Pilih FastEthernet
-          Klik switch dan pilih FastEthernet0/1
-          Klik pada Laptop2, Pilih FastEthernet
-          Klik switch dan pilih FastEthernet0/2
-          Dan untuk laptop selanjutkan dengan hal yang sama sampai semua laptop tehubung ke Switch masing-masing


Langkah kelima : Membuat kabel penghubung Switch-Router
-          Kita masih menggunakan kabel ‘Copper Straight-Through’
-          Jadi kita pilih kabel seperti kabel yang ada pada PC-Switch
-          Klik switch dan pilih FastEthernet0/3
-          Klik router dan pilih FastEthernet0/0
-          Lakukan hal ini pada setiap switch dan hubungkan pada router masing-masing



Langkah keenam : Membuat Kabel Router-Router 

-          Pada bagian ini berbeda dengan penghubung device lainnya (ikuti dengan teliti)
-          Klik Router Medan sehingga muncul menu Router Medan
-          Matikan router dengan cara mengklik tombol power router yang ada pada gambar router hingga power tidak berwarna hijau lagi
-          Pada menu Physical pilih WIC-2T
-          Drag Komponen yang ada pada menu kanan bawah ke slot router yang kosong
-          Hidupkan kembali router
-          Lakukan bagian ini pada setiap router
(Tujuannya supaya bisa menghubungkan router dengan kabel serial, jadi yangt kita pasang Usb untuk serial)





Langkah ketujuh : Menghubungkan Router-Router
-          Klik Conecctions, pilih kabel Serial DCE
-          Klik router Medan dan pilih Serial 0/0/0
-          Klik router Perbaungan pilih Serial 0/0/0
-          Begitu juga dengan Router Kisaran, klik Router Kisaran pilih Serial 0/0/1
-          Klik router Perbaungan pilih serial 0/0/1
-          Semua devices telah terhubung dengan kabel

Langkah kedelapan : Pengaturan IP pada devices (Kecuali switch, karena switch hanya pembagi jaringan
1.       Pengaturan IP Gateway
-          Klik Router, pilih Menu Config
-          Klik FastEthernet0/0
-          Pada bagian ip addres ketikkan : 192.2.2.1
-          Tekan  tombol Tab pada keyboard
-          Klik close
-          Lakukan pada setiap router dengan cara tersebut
(Pada Router Medan : 192.2.2.1, Pada Perbaungan : 192.3.3.1, Pada Kisaran : 192.4.4.1)

2.       Pengaturan IP Laptop
-          Klik pada Laptop1
-          Pilih Desktop – Ip Configuration
-          Masuk ke menu IP Cnfiguration – Isikan IP add : 192.2.2.2
-          Tak tab pada keyboard sehingga muncul pada Subnet Mask : 255.255.255.0
-          Pada Default Gateway : 192.2.2.0 (IP Router)
Pada Laptop 2 IP add nya : 192.2.2.3
(Begitu juga dengan laptop selanjutnya isikan IP yang sesuai dengan IP routernya)


Langkah Kesembilan : Membuat IP Serial antar Router

-          Klik Router Medan
-          Pilih konfig
-          Pilih Serial0/0/0
-          Masukkan IP Addres : 192.5.5.1
-          Tekan Tab pada Keyboard
-          Close
-          Klik Router Perbaungan
-          Pilih konfig
-          Pilih Serial0/0/0
-          Masukkan IP Addres : 192.5.5.2
-          Tekan Tab pada Keyboard
-          Pilih Serial0/0/1
-          Masukkan IP Addres : 192.6.6.1
-          Tekan Tab pada Keyboard
-          Close

-          Klik Router Kisaran
-          Pilih konfig
-          Pilih Serial0/0/1
-          Masukkan IP Addres : 192.6.6.2
-          Tekan Tab pada Keyboard
-          Close


Langkah Kesepuluh : Menghubungkan Router ke Router
-          Klik router Medan
-          Plih Config – RIP – Pada Network isikan IP : 192.2.2.0
-          Klik Add
-          Isi kemabli Nework : 192.5.5.0
-          Klik Add
-          Close
-          Pindah ke Router Perbaungan
-          Plih Config – RIP – Pada Network isikan IP : 192.3.3.0
-          Klik Add
-          Isi kemabli Nework : 192.5.5.0
-          Klik Add
-          Isi kemabli Nework : 192.6.6.0
-          Klik Add
-          Close
-          Pindah ke Router Kisaran
-          Plih Config – RIP – Pada Network isikan IP : 192.4.4.0
-          Klik Add
-          Isi kemabli Nework : 192.6.6.0
-          Klik Add
-          Close
(RIP : Mengatur IP Dinamik dan IP yang kita masukkan adalah IP Router dan IP Lokal; Kenapa IP Perbaungan ada 3? Jawab : karena dia menghubungkan 2 kabel antar router)
Untuk mencek bisa koneksi :
-          Klik gambar Pesan sebelah kanan
-          Klik laptop 1 dan klik lagi latop 2
-          Jika sukses pada Kolom disudut kanan bawah berarti konksi antar laptop berhasil
-          Tes juga untuk router ke router dan juga laptop 1 ke laptop yang lainnya

http://anripurba.blogspot.com/2014/06/tutorial-membuat-jaringan-antar-kota.html

x